468x60 Ads

This is an example of a HTML caption with a link.
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Contoh Pidato Pengaruh Televisi Terhadap Siswa

0 komentar

Assalamualaikum wr.wb

Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Televisi Terhadap Siswa”. Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh televisi dari segi positif dan negatif.

Bila kita melihat secara umum pengaruh televisi terhadap siswa memang tanpak sangat berguna dan bermakna karena media televisi ini merupakan sarana penyampaian informasi yang paling efektif dan efisien, efektif dari segi penyampaian informasi dan efisien dari segi harga untuk memperoleh informasi tersebut. Dengan media televisi wawasan dan ilmu pengetahuan seorang siswa dapat berkembang dengan pesat sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada. Banyak hal positif yang dapat diambil dari adanya media televisi ini yakni diantaranya seperti, informasi mengenai berita terkini, ilmu pengetahuan umum, Entertainmen/ hiburan, dan lain sebagainya.

Seorang siswa hendaknya selalu mengetahui informasi terkini yang terjadi didunia guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dari siswa itu sendiri, yang dapat ia gunakan untuk mengembangkan dirinya dimasa yang akan datang, karena dengan informasi manusia dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya, sedangkan untuk bidang entertainment/ hiburan, hal ini tentu saja berfungsi untuk mengurangi rasa penat atau rasa bosan pada setiap siswa didalam masa remajanya atau dalam masa-masa belajarnya, mengapa demikian? Karena setiap siswa yang sedang berkembang akan mengalami satu hal yang namanya ”bosan” dan hal ini perlu dicegah dengan kegiatan yang sifatnya menghibur/ refleksi yang dapat membuatnya selalu ”Fresh” dan berfikir positif, sehingga menjadikan ia selalu aktif dan kreatif.

Selain dari wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat diperoleh siswa dari media televisi, keakraban antar keluarga akan tercipta sehingga membuat siswa merasa nyaman berada diantara keluarganya, karena keluarga juga merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan diri seorang siswa, selain hal itu orang tua juga dapat mendidik anak-anaknya dengan lebih mudah melalui media televisi dan orang tua tersebut lebih mudah memberikan pengarahan terhadap anak sehingga anak akan merasa tidak terbebani untuk memahami apa yang diinginkan oleh orangtuanya. Hal-hal tersebut merupakan salah satu yang dapat kita rasakan/ lihat dari segi positif dampak televisi terhadap siswa, tetapi selain itu banyak hal-hal negative yang dapat terjadi jika siswa telah terpengaruh oleh televisi, diantaranya adalah malas, mencontoh hal-hal yang tidak baik/ negatif seperti cara bergaul, berbicara, berpenampilan, serta pribadinya.

Malas adalah hal yang paling sering terjadi jika seorang siswa sudah terpengaruh oleh asyiknya menonton televisi sehingga melupakan belajarnya, dan hal ini merupakan hal yang sangat merugikan bagi siswa itu sendiri karena dengan bermalas-malasan dia tidak akan mendapatkan apa-apa dan apa yang ia cita-citakan dalam hidupnya, maka dari itu alangkah baiknya orang tua membatasi waktu menonton televisi dan menyaring tayangan yang sesuai dengan kebutuhan sang anak, selain malas pengaruh buruk televisi terhadap tingkah laku anak yakni mencontoh hal yang tidak seharusnya di contoh, misalkan anak usia dibawah lima tahun menonton tayangan televisi untuk orang dewasa, tentu hal ini sangat ”berbahaya” karena anak bisa dewasa sebelum dewasa, maksudnya adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh orang dewasa tidak seharusnya dicontoh oleh anak kecil, seperti Kekerasan, gaya hidup seperti berpenampilan, bergaul, dan gaya-gaya berbicara yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa yang baik, dan lain sebagainya. Hal ini juga memerlukan kontrol dari orang tua untuk tayangan yang sifatnya dewasa seperti itu. Jika hal negativ tersebut sudah terjadi maka selanjutnya dapat kita lihat kepribadian dari siswa itu sendiri akan berubah dan ”Kemungkinan” merugikan bagi semua pihak termasuk dirinya sendiri.

Kesimpulannya bahwa, setiap hal yang ada didunia ini pasti memiliki aturan dan pandangan yang berbeda yakni, baik dan buruk, begitupun dengan media televisi, yang selayaknya digunakan untuk hal yang baik tetapi tetap saja memiliki dampak yang tidak baik bagi sebagian orang dan atau fungsinya. Maka dari itu peranan orang tua untuk mendidik anak (siswa) sangatlah penting serta kesadaran dari siswa itu sendiri haruslah tinggi dan bertanggung jawab atas apa yang hendak ia lakukan dengan bimbingan dari guru dan kegiatan-kegiatan positif yang dia lakukan selama dia berada dilingkungan sekolah.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih,

Wassalamualaikum wr.wb

Contoh Pidato Pengaruh Internet Terhadap Remaja

0 komentar

Assalamualaikum wr wb, Bapak/ ibu guru beserta rekan-rekan yang saya hormati, pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang maha esa yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul ditempat ini, saya ucapkan banyak terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan sebuah pidato yang berjudul “Pengaruh Internet Terhadap Remaja”.

Sebelum saya memulai berpidato saya ingin menyampaikan batasan masalah yang akan saya sampaikan didalam pidato hari ini, yakni diantaranya ; pengaruh internet terhadap remaja dilihat dari segi positif dan dari segi negative.

Internet, kata yang tidak asing di telinga setiap orang, terutama para remaja yang senantiasa bergaul dengan mewahnya dunia yang bertekhnologi, mewah, dan praktis, Internet bisa didapatkan dimanapun kita berada, dengan bermodalkan telepon selular yang memiliki koneksi internet, internet dapat diakses dengan mudahnya melalui HP dimanapun kita berada, atau jika tidak, disetiap sudut kota pasti terdapat sebuah Warung yang menjual jasa internet atau yang biasa disebut dengan “Warnet”, Dunia Informasi Tanpa Batas, begitulah orang-orang menyebutnya, saya sendiri tidak begitu yakin tapi apa boleh dikata memang begitu keadaannya, dengan adanya Internet, Akses atau jalan terhadap penyampaian Informasi-informasi yang ada didunia ini dapat diambil dengan mudahnya seraya membalikkan tangan atau mengejapkan mata.

Banyak Ilmu pengetahuan yang begitu melimpah disana, informasi mengenai apapun dapat kita temukan di jagat internet ini, lalu apa hubungannya dengan Siswa? Tentu saja sangat erat hubungannya dengan siswa karena siswa tidak luput dengan yang namanya informasi dan ilmu pengetahuan, internet ini adalah media yang paling efektif dan mudah untuk didapatkan dan diakses oleh siapa saja dimanapun, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa karena adanya kebebasan ini dapat terjadi pula penyalah gunaan fasilitas internet sebagai sarana untuk Kriminalitas atau Asusila, siswa yang baru mengenal internet biasanya menggunakan fasilitas ini untuk mencari hal yang aneh-aneh? Seperti gambar-gambar yang tidak senonoh, atau video-video aneh yang bersifat “asusila” lainnya yang dapat mempengaruhi jiwa dan kepribadian dari siswa itu sendiri, sehingga siswa terpengaruh dan mengganggu konsentrasinya terhadap proses pembelajaran disekolah.

Namun demikian tidak semua siswa melakukan hal yang demikian, hanya segelintir siswa-siswa yang usil saja yang dapat melakukannya karena kurang memiliki rasa tanggungjawab terhadap diri pribadi dan sekitarnya, namun pada umumnya internet digunakan oleh setiap siswa untuk mencari atau mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang ia terima disekolah, hal tersebut memungkinkan siswa menjadi lebih kreatif dan lebih aktif dalam mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan dibandingkan dengan siswa-siswa yang hanya duduk diam didepan meja dan mendengarkan gurunya berbicara.

Hal ini dapat menjadi sebuah motivator terhadap siswa untuk terus berkembang dan juga dapat berfungsi sebagai penghancur (generasi muda), remaja adalah makhluk yang rentan terhadap perubahan disekitarnya, dia akan mengikuti hal yang paling dominant yang berada didekatnya jadi kemungkinan terjadinya perubahan yang drastis dalam masa-masa remaja akan mendorong kearah mana remaja itu akan berjalan, kearah positif atau negative tergantung dari mana di memulai.

Remaja yang kesehariannya bergaul dengan internet akan lebih tanggap terhadap perubahan informasi disekitarnya karena ia terbiasa dan lebih mengetahui tentang informasi-informasi tersebut sehingga dia lebih daripada yang lainnya. Tetapi selain itu, remaja yang memiliki kecenderungan pada hal yang negative justru sebaliknya, dia akan nampak pasif karena hanya diperbudak oleh kemudahan dan kayaan informasi dari internet tersebut.

Maka dari itu alangkah baiknya jika kita bisa dengan bijak menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya dalam hal yang positif demi kemajuan diri dan pribadi kita, dan selaku remaja kita semua harus dapat menguasai teknologi yang sedang berlari kencang pada era ini, karena dengan demikian kita pun akan ikut berlari menyongsong masa depan.

Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih, akhirul kata, wassalamualaikum wr wb.

Contoh Pidato Sambutan Perpisahan Kelulusan Sekolah

0 komentar

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, serta teman-teman yang saya cintai.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala rahmat-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama guna mengadakan acara perpisahan sekolah.

Para hadirin yang saya hormati, ijinkan saya mewakili teman-teman untuk menyampaikan sepatah dua patah kata dalam rangka perpisahan ini.

Selama bersekolah, kami sebagai siswa sangat bangga dan berterima kasih dengan semua guru yang telah mengajar di sekolah ini, yang dengan sangat baik, tidak pernah pilih kasih dalam mendidik, sangat sabar dan tidak kenal lelah dalam membimbing kami. Berkat jerih payah semua guru, kami pun dapat lulus dari SMP ini.

Mudah-mudahan semua guru yang bertugas mengajar di sekolah ini dapat diberikan kesehatan yang baik dan diberi kebahagiaan selalu.

Juga untuk teman2 semua. Sungguh berat rasanya berpisah dengan kalian semua, karena kita sudah bersama2 selama 3 tahun ini. Tapi tetap saya juga mendoakan teman2 semua dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, baik ke SMA, ke SMK, ke STM maupun institusi pendidikan lainnya untuk dapat mencapai cita2 yang selama ini diangan2kan.

Akhir kata, saya mau mengucapkan sukses selalu buat teman2, doa saya menyertai teman2 semua...

Arti Dan Peranan Seorang Ayah

0 komentar

Kali ini saya mau share semua hal tentang ayah.
Langsung saja ke topik yuk.

Ayah adalah sosok orang tua yang berperan penting setelah ibu. Memang surga berada dibawah telapak kaki ibu, tapi bukan berarti kita mengabaikan ayah karena ayah adalah seseorang yg bertanggung jawab penuh kepada keluarganya yaitu anak dan istri. Apa kalian pernah tahu sebesar apa dan apa saja pengorbanan yang telah di lakukan ayah kalian sendiri? Atau kalian sering melupakan ayah karena selalu asik dengan permainan kalian dan bermain bersama teman-teman kalian? Apa kalian lebih banyak meluangkan waktu kosong kalian dengan ayah dan keluarga atau bersama teman kalian? Jika dari semua pertanyaan saya jawaban kalian adalah “iya, terlalu jauh dengan sosok ayah” Maka saya sarankan agar kalian meluangkan waktu kosong kalian lebih banyak untuk ayah dan keluarga agar kelak kalian tidak menyesal setelah di tinggal untuk selamanya oleh sosok ayah.

Ayah sangat berperan dalam keluarga, tujuan utama seorang ayah yang mulia adalah dapat membahagiakan anak-anaknya hingga kelak mereka (anak) menikah dan berkeluarga. Ayah adalah kepala keluarga yang harus ibu dan anak-anak hormati sebagaimana mestinya. Pengorbanan seorang ayah tidaklah mudah. Setiap hari ayah harus bangun pagi dan mencari uang demi sesuap nasi untuk keluarganya. Bahkan terkadang ayah pun rela tidak makan jika makanan itu hanya cukup untuk ibu dan anak-anaknya. Ayah adalah superhero bagi kita, ayah juga selalu membimbing dan menasehati kita layaknya ustad. Ayah juga terkadang memarahi kita membentak kita memukul kita jika kita kelewat batas. Namun percayalah, apapun yang dilakukan ayah, sebaik dan seburuk apapun yang ayah lakukan kepada kita, semata-mata itu semua agar anaknya dapat menjadi anak yang baik,tidak membangkang,jujur,dan sebagainya sebagaimana mestinya dalam ajaran islam yang benar.

Jangan pernah kalian menyesali apa yang telah kaliah perbuat kepada orang tua kalian, buatlah hal buruk sebagai pelajaran kalian dan buatlah hal baik sebagai perbandingan agar kelak lebih baik lagi. Hormatilah ayah kalian selayaknya ayah kalian membesarkan kalian hingga sampai saat ini karena kelak kalian akan sangat merasa bersalah dan akan sangat merasa kehilangan jika ayah telah meninggalkan kita untuk selamanya :’)

Arti Hidup Menurut Agama

0 komentar

Apa sih yang kalian tau tentang hidup?
Disini saya akan memperjelas arti hidup yang sebenarnya menurut saya.
Kalau pun ada yang kurang itu karena saya manusia, sebaik-baiknya manusia pasti ada sisi kesalahannya.
Langsung aja yuk ke topik pembahasan artikel tentang pengertian hidup.

Hidup? Hidup itu merupakan suatu dunia dimana tuhan memberikan amanah kepada makhluk-makhluk tuhan yang telah di kehendaki agar saling mengoreksi sesama di dalam dunia nyata yang nantinya akan di minta pertanggung jawabannya kelak makhluk tuhan tersebut tiada/mati/meninggal.
Dari pengertian hidup menurut agama di atas sudah jelas bagi kita agar saling mengoreksi sesama, saling berhubungan timbal balik. Tentunya sesuai ajaran masing2, ajaran yang di maksud adalah berupa menyembah Yang Maha Kuasa, dan percaya akan kuasa-Nya.

Hidup itu tidak sesingkat kita mengakhirinya. Hidup itu juga bukan pilihan. Hidup itu bisa di sebut sebagai anugerah yang harus di jalani sesuai dengan amanah Yang Maha Kuasa. Hidup itu adalah proses pembelajaran agar kelak menjadi lebih baik. Karena dengan sebenar-benarnya hidup itu bukan hanya beribadah,berdo'a,makan,minum,mandi,beraktifitas,tidur akan tetapi berusaha menjalani hari ini dengan baik dan menjadikan hari ini sebagai tolak ukur agar esok lebih baik lagi.

Banyak yang menyia-nyiakan hidup ini hanya untuk berfoya-foya semata tanpa perduli jika kelak harus berakhir. Itulah kuasa Tuhan dalam memberikan kehidupan di dunia. Tuhan menciptakan segala perbedaan dalam dunia ini agar mereka/hamba-Nya dapat saling mengoreksi diri, agar mereka sadar akan kuasa-Nya, agar mereka tidak lupa dengan Sang Penciptanya.

Sadarkah kalian kelak jika meninggal akan di minta pertanggung jawaban-nya di akhirat nanti?
Maka, sebelum terlambat segera-lah kalian perbaiki kesalahan-kesalahan yang kalian sadari dan berdo'a lah agar Yang Maha Kuasa memaafkan segala perbuatan kalian yang berakibat negatif.
Karena sesungguhnya Tuhan itu Maha Pemaaf.

Sumber: Situs Apw

Arti Cinta yang Sebenarnya

0 komentar

Kali ini saya akan membahas semua tentang cinta dalam pengertian yang sebenarnya, tentunya saya membahas ini berdasarkan pengalaman percintaan saya yang selalu berjalan dengan tidak pasti kadang saya pun bingung mengartikan cinta itu sendiri seperti apa.

Menurut saya "cinta itu sulit di artikan tetapi mudah dirasakan, sulit dilupakan tetapi jika berakhir akan menjadi kenangan".
Kalian semua pasti memiliki rasa kasih sayang cinta yang sedemikian rupa dengan seseorang yang benar-benar anda sayangi, anda cinta dengan perasaan tulus.
Nah, bagaimana rasanya jika cinta kalian itu hanya dapat terpendam atau pun jika terwujud hanya dengan satu sisi saja? Itu artinya anda hanya mencintai, mengapa saya katakan demikian? Karena cinta itu berarti menggabungkan dua perbedaan menjadi satu persamaan, bukan menggabungkan satu persamaan dengan dua perbedaan. Coba anda pikir sejenak maksud saya, tentunya dengan pikiran jernih. Saya yakin anda pasti paham maksud saya.
Cinta yang hanya berasal dari satu sisi saja itu dapat di umpamakan seperti halnya kita "ngefans" sama seseorang yang kita kagumi, layaknya kita ngefans dengan artis idaman kita.

Cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang berasal dari dua sisi, dimana seseorang mencintai idamannya dan idamannya pun mencintai seseorang tersebut. Layaknya hubungan timbal balik. Cinta terkadang tak harus memiliki, cukup di rasakan, dan kadang harus di simpan.  Itulah "Cinta".
Cinta itu penuh makna dan banyak arti, cinta itu ada di antara impian dan kenangan.
Karena apabila kita mewujudkan cinta kita pada seseorang yang kita impikan tentunya butuh pengorbanan, dan terkadang pengorbanan itu hanya menjadi kenangan.

Namun jika demikian, apakah arti cinta yang sebenarnya?
Seperti yang telah saya katakan di atas maka saya dapat artikan "Cinta adalah suatu perasaan yang berasal dari hati dan terucap oleh mulut, dirasakan oleh jiwa raga dan berharap akan balasan dimana kita tidak pernah tahu akan cinta itu datang dan kita tak pernah tau akan berakhir." Maka dapat di artikan dengan singkat "Cinta itu berawal dari harapan, dilakukan dengan perngorbanan, dan mengasilkan kenangan, hingga mencapai suatu kebahagiaan."

Jika arti cinta yang sebenarnya adalah seperti yang dimaksudkan di atas, maka cara satu-satunya kita mewujudkan cinta kita adalah dengan merasakan cinta itu pada diri kita dan buatlah orang yang kita cinta dapat merasakan cinta kita di hatinya, lakukanlah secara perlahan dan gunakan perasaan. Setelah proses itu berhasil, maka langkah selanjutnya adalah melakukan perngorbanan tentunya kita lakukan pengorbanan itu secara tulus dan buatlah pengorbanan itu berarti bagi orang yang kita cinta dan berarti juga bagi kita. Langkah berikutnya adalah dengan menentukan perasaan, yang di maksud menentukan perasaan adalah katakanlah cinta yang sebenarnya kita rasakan kepadanya. Dengan begitu maka kita akan tahu hasil akhirnya tidak mengecewakan sekalinya pun tidak terwujud tentunya ada kesalahan pada kalian dalam melakukan proses-proses tersebut. Namun jika kita gagal dalam cinta tersebut, maka jangan di jadikan kelemahan bagi anda. Cukup anda simpan dalam hati dan jadikan sebagai "Kenangan".

Arti Keluarga

0 komentar


Suasana terindah itu adalah dimana kita dapat bahagia bersama keluarga. Menikmati suka dan duka bersama, saling berbagi, saling memahami, saling mengoreksi sesama, dan saling menghormati terutama bagi anak dengan orang tua.  Keluarga itu tidak dapat di kalahkan dengan hal apapun dalam hidup ini kecuali dengan sang pencipta. Keluarga adalah tempat kita saling berbagi, tempat kita bersandar, tempat kita mengadu, dan tempat kita mengatasi permasalahan dengan baik. Sebuah keluarga akan menjadi harmonis jika semua anggota keluarga itu dapat saling memahami dan mengormati. Namun, sering kali kita mendapatkan masalah di dalam kehidupan berkeluarga. Masalah memang tidak akan pernah berhenti menghampiri kehidupan kita, maka jadikanlah setiap permasalahan itu sebagai suatu “Semangat” di dalam diri kita agar kelak kita dapat menyelesaikannya dengan sempurna.

Keluarga adalah anugerah terindah yang pernah kita miliki dan suatu saat pasti akan berubah, berubah dalam arti posisi dalam berkeluarga. Mengapa bisa dibilang berubah? Karena kita tidak pernah tau siapa di antara kita yang akan kembali kepada sang pencipta. Apakah Ayah,Ibu,Kakak,Adik, atau siapa pun yang termasuk sebagai anggota keluarga kita. Dengan demikian, janganlah kita menyia-nyiakan keluarga kita, karena kelak penyesalan datang di saat yang terlambat. Saya sebagai anak dari sebuah keluarga, hanya ingin memberi tahu kalian agar jangan pernah membuat hal yang buruk bahkan terlalu buruk untuk di ingat kepada keluarga. Karena yang saya tahu, sebuah keluarga dapat menerima keburukanmu (Sifat) tapi bukan berarti sebuah keluarga dapat juga menerima keburukanmu yang lain ( Contoh: seperti membuat keluargamu malu dengan tingkah laku yang kamu perbuat ).

Maka dari itu, selagi kita memiliki ayah dan ibu wajib bagi kita hukumnya untuk menghormatinya sebagai mana telah di tentukan dalam hokum beragama dan berkeluarga. Tidak kah kalian akan menyesal kelak jika orang yang kita sayangi dan tentunya menyayangi kita ( Ayah, Ibu ) pergi meninggalkan dunia? Tidak ada penyesalan yang datang di awal, maka kita sebagai anak harus berperilaku baik, melayani orang tua kita dengan baik, dan jangan pernah membentak. Karena satu bentakan seorang anak kepada orang tua akan menghasilkan dosa yang sungguh tidak bisa terhitung.

Dengan demikian, kita sebagai mana yang hidup dalam berkeluarga. Hukumnya wajib bagi kita untuk mengormati sesama, saling mecintai, menyayangi, dan mengasihi sebagai mana mustinya.

sumber : situs apw

Konstitusi Sebuah Negara Demokrasi

0 komentar

Hak Konstitusional Masyarakat Hilang

JAKARTA – Undang-Undang (UU) Penyelenggara Pemilu yang disahkan DPR 20 September lalu berpotensi merugikan hak konstitusional masyarakat untuk memiliki lembaga penyelenggara pemilu yang independen.

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Very Junaedi mengatakan, UU ini telah merenggut hak masyarakat dan warga negara karena anggota partai politik (parpol) bisa masuk sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Dia menjelaskan, masuknya unsur parpol di lembaga penyelenggara pemilu akan menyeret hajatan demokrasi itu dalam perselisihan politik yang tak jelas ujung pangkalnya. Keputusan dan proses keputusan penyelenggara pemilu yang diisi orang-orang parpol akan mudah dipolitisasi.

“Benar atau salah, independen atau tidak,keputusan penyelenggara tidak akan mudah diterima peserta pemilu. Dengan memutuskan orang parpol boleh masuk ke lembaga penyelenggara pemilu, DPR dan pemerintah telah mendesain kekacauan pemilu dari awal,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Perludem bersama Pusat Reformasi Pemilu (Cetro),Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta, dan Indonesia ParliamentaryCentre(IPC) mendirikan Aliansi Masyarakat Selamatkan Pemilu (Amankan Pemilu).Menurut mereka, tiga pasal dalam revisi UUNo22/2007 tentang Penyelenggara Pemilu bertentangan dengan konstitusi.

Ketiga pasal tersebut adalah Pasal 11 huruf i,Pasal 85 huruf i, dan Pasal 108 ayat (4), ayat (5), ayat(6),danayat(11).Ketentuan syarat keanggotaan KPU dan Bawaslu tidak menjadi anggota parpol minimal 5 tahun sebelum mendaftar dihapuskan.

Padahal, Pasal 22E ayat (5) UUD 1945 telah membatasi keanggotaan penyelenggara pemilu bahwa penyelenggara pemilu harus bersifat mandiri, lepas dari kepentingan parpol dan peserta pemilu.

Kondisi serupa berlaku untuk keanggotaan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Bahkan UU yang baru ini secara tegas memerintahkan memasukkan perwakilan partai dalam DKPP.

Keanggotaan DKPP terdiri atas seorang anggota KPU, satu anggota Bawaslu,satu perwakilan pemerintah, empat unsur masyarakat,dan masingmasing anggota parpol yang duduk di DPR.Adapun unsur masyarakat diajukan oleh pemerintah dan DPR. Dengan demikian, hampir seluruh elemen penyelenggara pemilu tidak lepas dari parpol.

Perludem, Cetro,IPC,KIPP Jakarta,Teten Masduki, Fadjroel Rahman, Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Komite Pemilih Indonesia (TePi), dan Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) segera mengajukan uji materi terhadap tiga pasal bermasalah dalam UU Penyelenggara Pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

Direktur Eksekutif Pusat Reformasi Pemilu (Cetro) Hadar Navis Gumay mengatakan uji materi rencananya didaftarkan ke MK pada Senin (10/10). Hingga saat ini pihaknya sudah mendapat dukungan dari 60 dari target 100 individu calon pemilih yang merasa hak konstitusionalnya terganggu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary berpendapat, jangankan orang parpol, anggota ormas yang berafiliasi dengan parpol pun seharusnya dilarang mendaftar jadi calon anggota KPU dan Bawaslu.

“Yang kita garis bawahi kan independensi. Kalau unsur parpol dan ormas underbouw parpol masuk KPU,hampir dapat dipastikan akan membawa kepentingan parpol ketika menjadi penyelenggara pemilu,” ungkapnya.

Dia mengaku sejak awal menentang dihapusnya klausul keharusan mundurnya orang parpol minimal lima tahun sebelum mendaftarkan diri sebagai calon anggota KPU dan Bawaslu. Bagi dia, klausul tersebut adalah benteng untuk menjaga independensi penyelenggara pemilu.

“Kalau itu dihapus melanggar Pasal 22 UUD yang mengamanatkan penyelenggaraan pemilu yang mandiri, langsung,umum, bebas, rahasia,”tandasnya. Anggota Komisi II DPR Arif Wibowo mengatakan, uji materi terhadap UU Penyelenggara Pemilu sah-sah saja dilakukan.

Namun, kata dia,MK pasti bisa memahami bahwa independensi penyelenggara tak hanya diukur dari penghapusan waktu lima tahun untuk mundur bagi orang parpol.Terlebih tak ada jaminan juga bahwa orang nonparpol bisa bekerja independen.

“Yang disebut independen itu kan saat menjabat. Bukan dari mana dia, tapi bagaimana kapabilitas dan integritasnya ketika kerja.Selain itu,panitia seleksi calon anggota KPU juga dari pemerintah. Jadi uji materi UU tidak akan mengubah apa-apa karena independensi penyelenggara pemilu sebenarnya tidak diotak-atik,” tegas politikus PDIP ini. ● mn latief/radi saputro/ mohammad sahlan

Di negara demokrasi, setiap orang bebas menyatakan pendapat, dan itu dilindungi oleh konstitusi, apalagi anggota DPR. Pernyataannya tidak harus selalu dimaknai mewakili lembaga tempat dia berafiliasi. Sebagai politisi, dia berhak mewakili dirinya sendiri," ujar Luthfi dalam siaran pers yang diterima Kompas, Rabu (5/10/2011).

Hal itu terlebih jika yang disampaikan berkait fungsi dan tugasnya sebagai anggota Dewan, yang meliputi fungsi anggaran, legislasi, dan pengawasan. Menurut Luthfi, adalah kewajiban kalangan akademisi, LSM, parpol, dan pihak-pihak terkait untuk mencermati, mendalami konsideran, dan latar belakang setiap pernyataan mereka. Jika yang disampaikan tidak relevan, maka hal itu bisa diabaikan.

"Akan tetapi jika hal itu benar dan baik bagi sistem kenegaraan kita, maka bisa ditindaklanjuti dan dirumuskan untuk menjadi kebijakan kolektif," ucapnya. Beberapa hari terakhir, muncul kontroversi mengenai pernyataan anggota Fraksi PKS (F-PKS), Fahri Hamzah, yang mewacanakan pembubaran KPK.

Sementara itu, F-PKS, menurut Luthfi, merasa belum membahasnya. Jika pendapat itu disampaikan dalam rangka pengawasan dan dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, maka hal itu sah-sah saja. "Itu juga tidak harus dihubung-hubungkan dengan sikap F-PKS," kata Luthfi.

DPP PKS akan mengajak Fraksi PKS untuk mendalami wacana tersebut secara obyektif dan tidak emosional. Ini karena PKS saat ini tidak dalam posisi mengkaji secara khusus posisi KPK, di antara institusi penegak hukum lainnya dalam pemberantasan korupsi.

Ke depan, karena banyaknya permasalahan nasional yang belum tuntas, Luthfi menyarankan kepada semua kalangan untuk selalu mendiskusikan bersama secara cermat dan utuh terhadap tema-tema yang dilontarkan para politisi, berikut latar belakang gagasannya.

Luthfi menegaskan, PKS sangat peduli pada pemberantasan korupsi, termasuk penguatan seluruh instansi yang mendapatkan mandat konstitusi untuk menjadi bagian dari perjuangan pemberantasan korupsi. Harus disadari bahwa KPK tidak mungkin menyelesaikan semua kasus korupsi yang ada sendirian.

Oleh karena itu, KPK harus menetapkan skala prioritas berdasarkan kepentingan nasional secara obyektif, bukan berdasarkan kepentingan pihak-pihak yang memiliki akses kuat ke KPK dan atau personelnya.

Banyak kasus besar yang harus dituntaskan KPK, antara lain kasus Bank Century yang telah direkomendasikan lembaga tinggi negara, seperti DPR dan Badan Pemeriksa Keuangan, sebagai kasus yang dinyatakan terdapat indikasi kuat terhadap pelanggaran. Namun, KPK belum juga bergerak. Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar.

AMANDEMEN UUD 1945

Memperkuat Peran dan Fungsi.
Guna memperkuat peran dan fungsi sebagai penyambung aspirasi rakyat di daerah, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) menargetkan tahun 2011 sebagai focus memperjuangkan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Lembaga senat pun mulai menggulirkan wacana perubahan kelima konstitusi, yang antara lain bertujuan untuk penguatan DPD.

Ketua DPD Irman Gusman berharap, kelak keberadaan DPD dalam struktur ketatanegaraan Indonesia bisa lebih optimal sesuai teori dan konstruksi politik di Tanah Air sejak Proklamasi 1945.

Menurut dia, ada beberapa hal yang diprioritaskan DPD pada tahun ini. Dan yang utama adalah penyempurnaan UUD 1945. Ini dilakukan dalam rangka mencari konstitusi yang lebih baik.

Dalam amandemen itu juga akan dibahas soal berbagai hal, termasuk dalam sistem ketatanegaraan dan tata pembagian anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Seperti diketahui, pada UUD amandemen keempat, proporsi APBN antara pusat dan daerah adalah 70 berbanding 30. "Ini yang coba untuk diubah. Kita punya pemikiran itu, tinggal nanti pembahasan di MPR," kata Irman.

Menurut dia, setelah 12 tahun reformasi, sistem ketatanegaraan masih rancu. Karena itu, DPD menilai perlu dilakukan kembali perubahan UUD 1945.

"Di antaranya, perlu dilakukan sejumlah upaya penguatan konstitusi agar fungsi-fungsi, tugas, dan kewenangan DPD sebagai lembaga perwakilan yang setara dan sederajat dengan DPR dapat dicapai. Upaya mengusulkan perubahan konstitusi dalam rangka menyempurnakan aturan dasar mengenai tatanan negara dan jaminan pelaksanaan kedaulatan rakyat agar sesuai dengan perkembangan paham demokrasi yang mengatur pembagian kekuasaan yang lebih tegas dengan membangun sistem checks and balances," katanya.

Penguatan Otda.
Kondisi tersebut, Irman meyakini, dapat kian memperkuat ikatan daerah dalam wadah NKRI, memperteguh persatuan kebangsaan seluruh daerah, meningkatkan agregasi serta akomodasi aspirasi dan kepentingan daerah dalam perumusan kebijakan nasional. Di samping, kata dia, mendorong percepatan demokrasi, pembangunandan kemajuan daerah-daerah secara serasi dan seimbang.

"Kita mengharapkan adanya sistem yang efektif bersandar pada prinsip checks and balances antara dua lembaga perwakilan dalam melahirkan undang-undang, anggaran dan pengawasan. Jadi dalam hal ini, prinsip checks and balances juga diarahkan pada sesama lembaga legislatif (DPR dan DPD)," kata Irman.

Yang kini terjadi, Irman menuturkan, fungsi dan peran DPD tidak sepenuhnya te-cermin dan terjabarkan secara tepat. Kata dia, tugas dan wewenang DPD sangat terbatas dan mustahil bagi DPD RI dapat mewujudkan maksud dan tujuan pembentukannya. "Untuk itu, kami mengajukan naskah usulan perubahan kelima UUD 1945 pada pertengahan Agustus 2011. Kami berharap, pimpinan MPR dapat menindaklanjuti usul perubahan naskah tersebut sesuai mekanisme konstitusional," ucapnya.

Isu penguatan peran dan fungsi DPD, merupakan satu dari dua isu pokok lainnya yang hendak didorong dalam proses perubahan lanjutan dari konstitusi. Dua isu lainnya, menurut Irman, adalah penguatan sistem presidensial dan penguatan otonomi daerah (otda).

Terkait dengan tiga isu pokok tersebutlah, Irman memandang, wacana usul perubahan kelima konstitusi mutlak memperoleh dukungan dari seluruh partai politik. Dia mengingatkan, setelah 12 tahun reformasi dan dilakukan empat kali Amendemen UUD 1945, fakta justru menunjukkan bahwa kondisiketatanegaraan masih tidak menentu dan terdapat sistem yang rancu antara presidensil dan parlementer.

"Usul perubahan kelima terhadap konstitusi perlu menjadi prioritas lembaga-lembaga negara untuk meluruskan praktik ketatanegaraan yang menyimpang. Kita melaksanakan sistem presidensial, tapi dalam praktiknya menjalankan sistem parlementer," kata Irman.

Sebelumnya, sempat terjadi kegagalan usul perubahan kelima UUD 1945 yang diajukan DPD karena inkonsistensi partai politik. Kini, Irman mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi dengan melakukan pendekatan ke semua partai politik. (Adv)

Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data

0 komentar

Menyusun instumen penelitian dapt dilakukan peneliti jika peneliti telah memahami betul penelitiannya. Pemahaman terhadap variabel atau hubungan antar variabel merupakan modal penting bagi peneliti agar dapat menjabarkan menjadi sub variabel, indikator, deskriptor dan butir-butir instrumennya.

Ada bebrapa langkah umum yang bisa ditempuh dalam menyusun instrumen penelitian. Langkah-langkah tersebut adalah:
  1. Analisis variabel penelitian, yakni mengkaji variabel menjadi sub penelitian sejelas-jelasnya, sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti. Dalam membuat indikator variable, peneliti dapat menggunakan teori atau konsep-konsep yang ada dalam pengetahuan ilmiah yang berkenaan dengan variabel tersebut, atau menggunakan fakta empiris berdasarkan pengamatan lapangan.
  2. Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel/subvariabel/indikator-indikatornya. Satu variabel mungkin bisa diukur oleh atau jenis instrumen, bisa pula lebih dari satu instrumen.
  3. Setelah ditetapkan jenis instumennya, peneliti menyusun kisi-kisi atau lay out instrumen. Kisi-kisi ini berisi lingkup materi pertanyaan, abilitas yang diukur, jenis pertanyaan, banyak pertanyaan, waktu yang dibutuhkan. Materi atau lingkup materi pertanyaan didasarkan pada indikator varibel. Artinya, setiap indikator akan menghasilkan akan menghailkan beberapa luas lingkup isi pertanyaan, serta abilitas yang diukurnya. Abilitas dimaksudkan adalah kemampuan yang diharapkan dari subjek yang diteliti. Misalnya kalau diukur prestasi belajar, maka abilitas prestasi tersebut dilihat dari kemampuan subjek dalam hal pengenalan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi. Atau bila diukur sikap seseorang, maka lingkup abilitas sikap kita bedakan aspek kognisi, afeksi, dan konasinya. 
  4. Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item dan pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. Jumlah pertanyaan bisa dibuat lebih dari yang ditetapkan sebagai item cadangan. Setiap item yang dibuat peneliti harus sudah punya gambaran jawaban yang diharapkan. Artinya, prakiraan jawaban yang betul/diinginkan harus dibuat peneliti.
  5. Instumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen, misalnya membuang instumen yang tidak perlu, menggantinya dengan item yang baru, atau perbaikan isi dan redaksi/bahasannya. 
Langkah umum diatas sekedar petunjuk untuk memudahkan peneliti sehingga instumen penelitian tidak dibuat asal jadi.

Kedudukan instrumen pengumpulan data dalam penelitian.
Pokok utama yang menentukan segalanya didalam penelitian adalah permasalahan atau problematika. Permasalahan tersebut merupakan pancingan bagi dirumuskannya tujuan penelitian dan hipotesis. Untuk menjawab problematika, mencapai tujuan dan membuktikan hipotesis, diperlukan data.

Dengan data peneliti dapat :
menjawab problematika
mencapai tujuannya
membuktikan hipotesisnya

Maksud dari betapa pentingnya data, menekankan juga betapa pentingnya instrumen pengumpulan data agar peneliti dapat memperoleh data yang benar-benar baik. Kualitas data akan ditentukan oleh intrumen yang digunakan.

Teknik pengumpulan data.
Penelitian di samping perlu menggunakan methode yang tepat, juga perlu memilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan. Penggunaan teknik dan alat pengumpul data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif. Teknik-teknik penelitian untuk mengumpulkan data diantaranya adalah:

Teknik Observasi.
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya, sehingga obervasi berada bersama objek yang diselidiki disebut observasi langsung. Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamtan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang diselidiki, misalnya peristiwa tersebut diamati melalui film, rangkaian slide, atau rangkaian photo.

Teknik Komunikasi .
Teknik komunikasi adalah cara mengumpulkan data melalui kontak atau hubungan pribadi antara pengumpul data dengan sumber data.

Dalam pelaksanaannya dapat dibedakan kedalam :
  1. Teknik komunikasi langsung : yaitu teknik pengumpulan data dengan mempergunakan interviu sebagai alatnya.
  2. Teknik komunikasi tidak langsung : yaitu teknik pengumpulan data dengan mempergunakan angket atau kuesioner sebagai alatnya. 
Macam-macam teknik komunikasi antara lain : 

Intervieu.
Adalah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Ciri utama dari interviu kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi (interviewer) dan sumber informsi (interviewee) untuk memperoleh informasi yang tepat dan objektif. Setiap interviewer harus mampu menciptakan hubungan baik dengan interviewee atau responden atau mengadakan raport ialah suatu situasi psikologis yang menunjukkan bahwa responden bersedia bekerja sama, bersedia menjawab pertanyaan dan memberi informasi sesuai dengan pikiran dan memberi informasi sesuai dengan pikiran dan keadaan sebenarnya.

Interviu dapat dibedakan yaitu : 

Interviu Berstruktur.
Dalam interviu berstruktur, pertanyaan dan alternatif jawaban yang diberikan kepada interviewee telah ditetapkan terlebih dahulu. Keuntungan pendekatan ini adalah bahwa pendekatan ini telah dibakukan. Karena itu, jawaban dapat dengan mudah dikelompokkan dan dianalisa.

Interviu Tak Berstruktur.
Interviu ini lebih bersifat informal. Pertanyaan-pertanyaan tentang pandangan hidup, sikap keyakinan subjek, atau tentang keterangan lainnya dapat diajukan secara bebas kepada subjek.

Angket atau Kuesioner.
Kuesioner suatu alat pengumpul informasi dengan cara menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk menjawab pertanyaan tertulis untuk menjawab secara tertulis pula oleh responden.kuosioner seperti halnya interviu, dimaksudkan untuk memperoleh informasi tentang diri responden atu informasi tentang orang lain.macam-macamnya:

Kuesioner berstruktur.
Kuesioner ini disebut juga kuesioner tertutup, berisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai sejumlah alternatif jawaban terikat pada sejumlah kemungkinan jawaban yang sudah disediakan.

Kuesiner tak berstruktur.
Kuesioner ini disebut juga kuesioner terbuka, dimana jawaban responden terhadap setiap pertanyaan kuesioner, bentuk ini dapat diberikan secara bebas menurut pendapat sendiri.

Kuesioner kombinasi berstruktur dan tak berstruktur.
Sesuai dengan namanya, maka pertanyaan ini di satu pihak memberi alternatif jawaban yang harus dipilih di lain pihak memberi kebebasan bagi responden untuk menjawab secara bebas lanjutan dari jawaban pertanyaan sebelumnya.

Kuesioner semi terbuka.
Kueioner ini memberi kebebasan kemungkinan menjawab selain dari alternatif jawaban yang sudah tersedia.

Teknik Pengukuran .
Alat pengumpul data berikutnya yang bermaksud mengumpulkan data yang bersifat kuantitatif adalah teknik pengukuran. Alat-alat pengukuran tersebut diantaranya:

Tes.
Tes ialah seperangkat rangsangan stimulun yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapat jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka.persyaratan pokok bagi tes adalah falidasi dan reliabilitasi.

Jenis tes yang sering digunakan sebagai alat pengukur :
  1. Tes lisan, yaitu berupa sejumlah pertanyaan yang diajukan secara lisan tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaannya dari jawaban yang diberikan secara lisan pula.
  2. Tes tertulis, yaitu sejumlah pertanyaan yang diajukan secara tertulis tentang aspek-aspek yang ingin diketahui keadaannya dari jawaban yang diberikan secara tertulis pula. Tes tertulis ini dibedakan dalam dua bentuk :
    1. Tes essey (essay tes) yaitu tes yang menghendaki agar testee memberi jawaban dalam bentuk uraian atau kalimat-kalimat yang disusun sendiri.
    2. Tes objektif adalah suatu tes yang tersusun dimana setiap pertanyaan tes disediakan alternatif jawaban yang dapat dipilih. Tes objektif diberi kedalam beberapa bentuk :
      1. Tes betul salah (true false items)
      2. Tes pilihan ganda (multiple choice items)
      3. Tes menjodohkan (maching items)
      4. Tes melengkapi (completion items)
      5. Tes jawaban singkat (short answer items)
dilihat dari tingkatanya tes dapat di klasifikasikan menjadi dua tes baku dan tes buatan peneliti sendiri. Tes baku adalah tes yang di publikasikan dan telah disiapkan oleh para ahli secara cermat sehingga norma-norma perbandingan, validasi, reabilitas dan pertunjuk pemberian skornya telah diuji dan disiapkan. Tes buatan sendiri, agar dapat dipergunakan sebagai alat pengukuran perlu diperhatikan beberapa hal:

Tes harus valid.
Tes disebut valid apabila tes tersebut benar-benar dapat mengungkapkan aspek-aspek yang diselidiki secara tepat, dengan kata lain harus memiliki tingkat ketepatan yang tinggi dalam mengungkapkan aspek-aspek yang hendak diukur.

Tes harus realibel.
Tes dikatakan reliabel apabila tes tersebut mampu memberikan hasil yang relatif tetap apabila dilakukan secara berulang pada kelompok individu yaang sama. Dengan kata lain tes ini memiliki tingkat ketepatan yang tinggi dalam mengungkap aspek-aspek yang hendak diukur.

Tradisi Sejarah Masyarakat Indonesia

0 komentar

A. Masa Pra-sejarah 

Prasejarah atau nirleka (nir: tidak ada, leka: tulisan) adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada masa di mana catatan sejarah yang tertulis belum tersedia. Zaman prasejarah dapat dikatakan bermula pada saat terbentuknya alam semesta, namun umumnya digunakan untuk mengacu kepada masa di mana terdapat kehidupan di muka Bumi; contohnya, dinosaurus biasanya disebut hewan prasejarah dan manusia gua disebut manusia prasejarah.

Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir sekitar tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga pada saat itu, bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Zaman prasejarah di Indonesia diperkirakan berakhir pada masa berdirinya Kerajaan Kutai, sekitar abad ke-5; dibuktikan dengan adanya prasasti yang berbentuk yupa yang ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi,geologi, antropologi, arkeologi. 

1. Cara Masyarakat Prasejarah mewariskan masa lalunya.
Masyarakat prasejarah mewariskan masa lalunya dengan cara:
a). Melalui Keluarga, yaitu
- Melalui adat istiadat keluarga
- Melalui ceritera dongeng
b). Melalui Masyarakat, yaitu:
- Melalui adat istiadat masyarakat
- Melalui pertunjukan hiburan, seperti wayang
- Melalui kepercayaan masyarakat, yaitu Dinamisme, animisme, totemisme dan monoisme

Istilah-istilah yang perlu anda ketahui:
Masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan budaya (yang diwariskan dari generasi ke generasi), wilayah, identitas dan berinteraksi dalam suatu hubungan sosial yang terstruktur.
Animisme, yaitu kepercayaan kepada arwah nenek moyang

Dinamisme, yaitu kepercayaan bahwa benda-benda disekitar kita memiliki jiwa atau kekuatan
Totemisme, yaitu kepercayaan bahwa hewan-hewan tertentu disekitar kita memiliki kekuatan tertentu (gaib)
Monoisme, yaitu kepercayaan terhadap kekuatan tertinggi yaitu Tuhan.

Budaya, yaitu segala hasil akal dan budi manusia

Adat istiadat, yaitu kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan di dalam suatu masyarakat dan diakui semua pihak yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan.

Sepuluh unsur kebudayaan asli Indonesia yaitu:
a). Bercocok tanam padi di sawah
b). Mengenal permainan wayang
c). Mengenal seni gamelan
d). Mengenal seni membatik
e). Pola susunan masyarakat Macapat
f). Mengenal alat tukar dalam perdagangan
g). Mampu membuat barang-barang dari logam
h). Memiliki kemampuan yang tinggi dalam pelayaran
i). Mengenal pengetahuan astronomi
j). Mengenal masyarakat yang teratur

2. Tradisi Masyarakat Indonesia Masa Pra Sejarah (belum mengenal tulisan)
a). Sistem kepercayaan, masyarakat prasejarah mengenal dinamisme, animisme, totemisme dan monoisme
b). Sistem kemasyarakatan, mengenal sistem gotong royong sebagai kewajiban
c). Pertanian, mengenal sistem persawahan
d). Kemampuan berlayar, mengenal seni berlayar dan menjadi nelayan
e). Bahasa, memiliki alat untuk berkomunikasi
f). Pengetahuan, mempunyai kemampuan memanfaatkan alam sekitar
g). Organisasi Sosial, manusia tidak hidup sendiri
h). Teknologi, mengenal teknik pengecoran logam
i). Kesenian, menenal pertunjukan hiburan
j). Ekonomi, mengenal sistem barter dalam perdagangan

3. Jejak-jejak Masa Prasejarah di Indonesia
Jejak-jejak masa prasejarah artinya adalah sesuatu benda atau adat istiadat yang ditinggalkan oleh masa lalu dan masih dapat dilihat dan dirasakan oleh manusia pada masa sekarang
Wujud jejak-jejak prasejarah antara lain:
a). Folklore, yaitu adat istiadat tradisional dan ceritera rakyat yang diwariskan secara turun temurun akan tetapi tidak di bukukan.
Wujudnya ada 2 yaitu:
- Folklore lisan, yaitu semua peninggalan yang hanya didapat dari ucapan, contoh: bahasa, teka-teki dan puisi rakyat.
- Folklore non lisan, yaitu semua benda-benda hasil kebudayaan manusia. Contoh: kerajinan tangan, pakaian, benda-benda untuk keperluan hidup dll.
b) Mitologi, yaitu ilmu tentang kesusasteraan yang mengandung konsep tentang dongeng suci, kehidupan para dewa dan makhluk halus salam suatu kebudayaan. Atau ceritera tentang asal usul alam semesta, manusia dan bangsa yang dikaitkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti mendalam.
Contoh: Mitos tentang Nyai Loro Kidul
c). Legenda, yaitu ceritera pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah atau dongeng-dongeng.
Contoh: Legenda Gunung Tangkuban Perahu, Terjadinya Kota Banyuwangi, Pulau Samosir dll.
d). Upacara, yaitu rangkaian tindakan atau perbuatan yang terikat pada aturan-aturan tertentu berdasarkan adat istiadat, agama dan kepercayaan
Contoh: Upacara penguburan mayat, upacara perkawinan, dll.
e). Lagu-lagu Daerah, yaitu syair-syair yang dinyanyikan atau ditembangkan dengan irama yang indah dan menarik.

4) Pembagian Zaman Pra-sejarah di Indonesia
a. Berdasarkan Proses Terbentuknya Bumi
- Zaman Archaekum, yaitu masa ketika bumi dalam proses awal terbentuk dan masih dalam wujud gas.
- Zaman Palaeozoikum, masa ketika bumi sudah terbentuk namun belum sempurna dan mulai muncul kehidupan
- Zaman Mesozoikum, masa ketika bumi dipadati dengan makhluk-makhluk besar (dinosaurus)
- Zaman Neozoikum, Masa ketika bumi dalam keadaan sempurna seperti sekarang

b. Berdasarkan Perkembangan Kebudayaan
- Masa Berburu dan mengumpulkan makanan (Food gathering)
- Masa Beternak dan Bercocok tanam (Food Producing)
- Masa Perundagian atau industri

c. Berdasarkan Kebudayaan yang di tinggalkan
1). Zaman Batu, yaitu zaman kebudayaannya didukung dan dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang berwujud batu. Dibagi menjadi:
a). Paleolitikum (Zaman Batu Tua)
Ciri-cirinya adalah:
- Kebudayaan masih primitif dan sederhana
- Hidup berpindah-pindah (Nomaden)
- Berburu dan mengumpulkan makanan (food Producing)
- Terjadi 600.000 juta tahun yang lalu.
- Disebut juga dengan kebudayaan Ngandong dan Pacitan
Jenis manusia purba yang ditemukan adalah: Pithecanthropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus Paleojavanicus, Homo Soloensis. Tokoh penemunya adalah Von Koenigswald (1935).
Alat-alat kehidupan yang ditemukan berupa:
- Alat-alat dari batu (Flakes)
- Kapak genggam (Chooper)

b). Mesolitikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri-cirinya adalah:
- Berburu dan menangkap ikan
- Hidup mulai menetap (semi sedenter) digua-gua (Abris souc Roche)
- Meninggalkan sampah dapur (kjokken moddinger)
- Alat-alat yang digunakan adalah:
a. Kapak gengam (peble)
b. Bache Courte (kapak pendek)

Yang termasuk kebudayaan Mesolitikum adalah
a. Kebudayaan Bacson-Hoabinh
b. Kebudayaan Bandung
c. Kebudayaan Toala ( Sul-sel)

- Tokoh penemu adalah P.V. Van Stein Callenfels

c). Neolitikum (Zaman Batu Muda)
Ciri-cirinya adalah:
- Merupakan masa revolusi kebudayaan, sebab manusia yang tadinya mengenal food gathering berubah menjadi food producing
- Hidup menetap (Sedenter), dan memiliki tempat tinggal bukan di gua

- Hidup dari bercocok tanam
- Alat-alat yang dipakai berasal dari batu yang sudah dihaluskan dan sempurna
Hasil kebudayaannya adalah:
a. Kapak persegi
b. Kapak Lonjong
Ditemukan di sulawesi selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bengawan Solo. Tokoh Penemunya adalah Van Heine Heldern

d). Megalitikum (Zaman Batu Besar)
Ciri-cirinya adalah:
- Manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar
- Berkembang dari zaman neolitikum sampai zaman perunggu
- Manusia sudah mengenal kepercayaan utamnya animisme
- Peninggalannya berupa:
a. Menhir, yaitu Tugu batu tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang
b. Waruga, yaitu kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat
c. Dolmen, yaitu meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang.
d. Punden Berundak-undak, yaitu bangunan suci tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang dibuat dalam bentuk bertingkat-tingkat
e. Sarkofagus, yaitu peti jenazah yang terbuat dari batu bulat (batu tunggal)
f. Kubur Batu, yaitu peti jenazah yang terbuat dari batu pipih
g. Arca, yaitu patung yang menggambarkan binatang atau manusia yang biasanya disembah.

2). Zaman Logam, yaitu kebudayaan manusia sebagian besar menggunakan benda-benda yang terbuat dari logam atau zaman ketika manusia sudah menggunakan alat-alat kehidupan dengan peralatan yang berasal dari logam. Dibagi menjadi:
a). Zaman Tembaga, adalah zaman ketika manusia mulai mengenal peralatan dari logam
b). Zaman Perunggu, adalah zaman ketika manusia mampu membuat alat-alat dari perunggu. Contohnya:
a. Kapak Corong
b. Nekara
c. Perhiasan perunggu
c). Zaman Besi, yaitu zaman ketika manusia telah dapat mengolah bijih-bjih besi untuk membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkan.
Namun di Indonesia tidak di temukan peninggalan-peninggalan pada masa zaman besi ini. Alasannya adalah besi berkarat dan tentu hilang dimakan usia.

B. Masa Sejarah
Yang dimaksud dengan masa sejarah adalah masa dimana manusia sudah mengenal tulisan atau zaman ketika sudah ditemukan bukti tertulis yang sezaman.
Perkembangan sejarah masyarakat Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebudayaan dari India. Mengapa bisa demikian? (Coba uraikan jawabannya)
Alasan utamanya bahwa semuanya berawal dari pelayaran dan perdagangan. Dimana dengan intensitas hubungan antara kebudayaan Indonesia dan India mau tidak mau karena kebudayaan India lebih maju saat itu maka memberikan pengaruh yang sangat besar bagi kebudayaan di Indonesia.
Pengaruh kebudayaan India tersebut antara lain dalam bidang:
1. Pemerintahan
Sebelum berhubungan dengan India, kepemimpinan di Indonesia adalah suku-suku yang dipegang oleh seorang kepala suku kemudian berkembang menjadi kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja. Selanjutnya raja menurunkan kekuasaannya kepada keturunannya
2. Bidang Sosial
Di Indonesia berkembang sistem kehidupan sosial berdasarkan kasta. Yaitu pembagian masyaraka dalam kelas-kelas tertentu. Ada kasta Brahmana, Ksatria, Waisya dan Sudra.
3. Bidang budaya
- Berkembangnya tulisan yaitu sansekerta dengan huruf Pallawa
- Berkembangnya seni bangunan, yaitu dengan dibangunnya candi, kuil, dll.
- Berkembangnya seni hias, yaitu gambar-gambar, atau relief di dinding-dinding candi
- Berkembangnya kesusasteraan, yaitu kebudayaan Indonesia menyadur kebudayaan India. Contoh Cerita Ramayana dan Mahabarata

b. Rekaman tertulis dalam tradisi sejarah Indonesia berwujud:
1). Prasasti, yaitu tulisan yang terdapat pada sebuah batu yang dibuat atas perintah raja yang tujuannya untuk memperingati bahwa telah terjadi peristiwa besar pada masa itu
2). Kitab, yaitu hasil tulisan para pujangga kerajaan pada masa lalu yang menceritakan kondisi masyarakat dan kerajaan pada masa itu.
3). Dokumen, yaitu surat berharga yang dapat dijadikan sebagai bukti atau keterangan yang diinginkan dari dokumen tersebut.

c. Perkembangan penulisan Sejarah di Indonesia
1). Masa sejarah Hindu-Budha dan Islam
- Berpusat pada masalah-masalah pemerintahan dan raja-raja yang berkuasa
- Bersifat istana sentris
- Ditulis dalam kitab-kitab
- Berisi perihal politik, sosial dan agama pada masa itu
2). Masa Kolonial
- Dibuat oleh orang-orang Eropa
- Tujuannya adalah untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia
- Sarana propaganda untuk mengendurkan perlawanan pribumi
- Bersifat Eropa sentris
3). Masa Pergerakan Nasional
- Dibuat untuk membangkitkan semangat perjuangan Indonesia dalam melawan penjajah
- Tulisan berupa kejayaan kerajaan-kerajaan pada masa lalu
4). Masa Indonesia Merdeka
- Berorientasi pada masa depan Indonesia
- Mengungkapkan tentang sejarah yang pernah terjadi dalam kehidupan bangsa Indonesia
- Tujuannya agar rakyat bersemangat dalam mengisi pembangunan

C. Prinsip-prinsip Dasar Penelitian Sejarah
Penelitian sejarah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mengungkap kejadian atau peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu dengan menggunakan metode ilmiah dan langkah-langkah yang sistematis sehingga hasil yang didapat dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat umum.
a). Tahap-tahap Penelitian Sejarah
1. Heuristik, kegiatan menghimpun jejak-jejak sejarah atau dokumen-dokumen sejarah agar dapat mengetahui segala bentuk peristiwa atau kejadian-kejadian pada masa lalu.
2. Verifikasi / kritik sumber, yaitu kegiatan pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah. Ada dua macam yaitu:
- Kritik Intern, yaitu pemeriksaan terhadap keaslian atau outentitas dari data, atau laporan yang di dapat itu sendiri.
- Kritik Ekstern, yaitu pemeriksaan terhadap peristiwa dan bukti yang ditemukan berdasarkan pandapat dari luar sumber tersebut.
3. Interpretasi, yaitu kegiatan penafsiran terhadap suatu peristiwa atau memberikan pandangan tertulis terhadap suatu peristiwa sejarah
4. Historiografi, merupakan tahap akhir dari penelitian sejarah. Yaitu kegiatan penulisan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam bentuk laporan ilmiah atau buku.

b). Sumber-sumber Sejarah
Sumber sejarah dibagi menjadi 3 yaitu:
1. Sumber Lisan, yaitu keterangan yang didapat langsung dari para pelaku sejarah atau dari saksi yang menyaksikan dengan kepala sendiri atau pemberitahuan dari orang lain mengenai peristiwa yang terjadi pada masa lalu.
2. Sumber tertulis, yaitu peninggalan sejarah yang didapat dari peninggalan-peninggalan tertulis yang mencatat peristiwa-peristiwa penting pada masa lalu.
3. Sumber benda, yaitu sumber sejarah yang di dapat dari peninggalan benda-benda kebudayaan.

Sumber-sumber sejarah di dapat dari:
1. Pelaku sejarah, yaitu orang yang mengalami sendiri peristiwa sejarah
2. Saksi sejarah, yaitu orang yang tidak secara langsung mengalami peristiwa sejarah akan tetapi hanya melihat atau mendengarkan cerita dari orang lain.
3. Tempat Peristiwa Sejarah, yaitu lokasi dimana terjadi peristiwa sejarah yang dimaksud
4. Latar Belakang Munculnya Peristiwa Sejarah, yaitu hal-hal apa saja yang mengakibatkan terjadinya peristiwa tersebut.
5. Pengaruh dan akibat dari Peristiwa Sejarah, yaitu hal-hal apa saja yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa sejarah yang terjadi.

c). Jejak-Jejak Masa Lampau
Jejak-jejak masa lampau dapat berupa:
1. Peninggalan sejarah, yaitu benda-benda budaya manusia dari masa yang telah lampau.
Contoh: Candi, Kuil, masjid, makan, keris, tombak dll.
2. Monumen Peninggalan sejarah, yaitu bangunan tugu yang dibangun sebagai tanda bahwa di tempat tersebut pernah terjadi suatu peristiwa penting.
Tujuannya adalah untuk mengenang peristiwa yang pernah terjadi di tempat tersebut
Contoh: Monumen Lubang Buaya, Tugu Muda, Monumen Jogja Kembali, dll.
3. Kronologi Sejarah Indonesia.
Adalah suatu proses/kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan sejarah Indonesia yang disusun berdasarkan urutan-urutan peristiwa dari masa lampau hingga sekarang
Kronologi Sejarah Indonesia secara garis besar adalah sebagai berikut:
- Masa prasejarah
- Masa perkembangan dan pengaruh Hindu-Budha
- Masa perkembangan dan pengaruh Islam
- Masa Kolonial di Indonesia
- Masa Pergerakan Nasional
- Masa Kolonialisme Jepang di Indonesia
- Masa Indonesia Merdeka

sumber : www.mustwiebagoes.blogspot.com

Sistem Filsafat dan Ajaran Filsafat Pancasila

0 komentar

Setiap bangsa mewarisi nilai sosio-budaya (nasional) sebagai bagian dari budaya dan peradaban universal. Pemikiran awal dan fundamental umat manusia berwujud nilai filsafat. Makna istilah ini terbentuk dari bahasa Yunani: filos = friend, love; dan sophia = learning, wisdom. Jadi, filsafat bermakna orang yang bersahabat, dan mencintai ilmu pengetahuan akan bersikap arif bijaksana.

Filsafat bermakna juga sebagai pemikiran fundamental dan monumental manusia untuk mencari kebenaran hakiki (hikmat, kebijaksanaan); karenanya kebenaran ini diakui sebagai nilai kebenaran terbaik, yang dijadikan pandangan hidup (filsafat hidup, Weltanschauung). Berbagai tokoh filosof dari berbagai bangsa menemukan dan merumuskan sistem filsafat sebagai ajaran terbaik mereka; yang dapat berbeda antar ajaran filosof. Karena itulah berkembang berbagai aliran filsafat: materialisme, idealisme, spiritualisme; realisme…. dan berbagai aliran modern: rasionalisme, humanisme, individualisme, liberalisme-kapitalisme; marxisme-komunisme; sosialisme.

I. Makna, Sejarah (Perkembangan) Filsafat dan Sistematika Filsafat

Makna filsafat sebagai pemikiran fundamental dan tertinggi manusia, terutama mencari kebenaran hakiki dan universal; yang dijadikannya pandangan hidup (filsafat hidup, Weltanschauung), sekaligus sebagai filsafat negara (ideologi negara).

A. Fungsi dan Nilai Filsafat 

Mulai purbakala pemikiran filsafat dirintis dan dikembangkan terutama di Tumur Tengah, sekitar 6000 - 1000 sM; juga di India dan Cina sekitar 3000 - 1000 sM. Sedangkan di Eropa (Yunani), baru berkembang sekitar 650 sM; yang diakui sebagai sumber dan fundamen pengembangan ipteks modern.

Pemikiran filsafat di Timur Tengah diakui peradaban sebagai sinergis dengan nilai Ketuhanan-keagamaan; karena semua Nabi dan Rasul yang membawa agama supranatural (agama langit: Yahudi, Kristen dan Islam) semua berpusat di Timur Tengah. Sesungguhnya, ajaran filsafat religious (theisme-religious) di Timur Tengah juga berkembang dari paham filsafat theocratisme dengan berbagai variasi; seperti: kaisar Mesir (Firaun) mengangkat dirinya sebagai Tuhan; sebagaimana juga kaisar Jepang percaya bahwa mereka adalah keturunan Dewa Matahari.

Sedemikian luhur dan fundamental nilai kebenaran sistem filsafat theisme religuious memancar laksana matahari (moral) peradaban umat manusia.
Sumber dan Pusat Perkembangan Filsafat 

Pusat Pengembangan Ipteks dalam Wawasan Filsafat
Abad demi abad, sampai abad kebangkitan (renaisance) awal abad XVI pemikiran filsafat memuncak, dengan berkembangnya ajaran filsafat: materialisme, sekularisme, atheisme; juga ajaran nihilisme….sampai neo-moralisme berwujud free love, dan free sex. Antar mereka berkompetisi merebut supremasi dan dominasi di dunia mdoern, melalui media: ideologi politik, sistem ekonomi, ipteks dan sistem budaya termasuk kepemimpinan dan management.

Guna lebih memahami dan menghayati ajaran filsafat Pancasila, secara ringkas hayati uraian dengan pokok-pokok berikut:

B. Sistematika Filsafat

PHILOSOPHY

AXIOLOGY

Makna dan sumber nilai, wujud, jenis, tingkat, sifat nilai;

hakikat nilai: manusia, materia, etika, estetika, politika, budaya,

agama, posthumous dan Tuhan . . . (Allah Maha Pencipta)


EPISTEMOLOGY

Makna dan sumber pengetahuan, proses, syarat terbentuknya

pengetahuan, validitas, batas dan hakikat pengetahuan;

meliputi: semantika, gramatika, logika, rhetorika, matematika,

meta-teori, philosophy of science, Wissenschaftslehre . . .


ONTOLOGY

Makna dan sumber ada; proses, jenis, sifat dan tingkat ada:

ada umum, terbatas, manusia, kosmologia; Ada tidak terbatas,

ADA mutlak . . . metafisika, posthumous

II. Sistem Filsafat Pancasila

Bagi bangsa Indonesia filsafat Pancasila adalah bagian dari sistem filsafat Timur yang memancarkan nilai keunggulannya, sebagai sistem filsafat theisme-religious. Dapat dicermati uraian ringkas berikut:

A. Rasional (Alasan) bahwa Pancasila adalah Sistem Filsafat
1. Secara material-substansial dan intrinsik nilai Pancasila adalah filosofis; misal hakikat Kemanusiaan yang adil dan beradab, apalagi Ketuhanan Yang Maha Esa adalah metafisis/filosofis.

2. Secara prktis-fungsional, dalam tata-budaya masyarakat Indonesia pra-kemerdekaan nilai Pancasila diakui sebagai filsafat hidup atau pandangan hidup yang dipraktekkan.

3. Secara formal-konstitusional, bangsa Indonesia mengakui Pancasila dalah dasar negara (filsafat negara) RI.

4. Secara psikologis dan kultural, bangsa dan budaya Indonesia sederajat dengan bangsa dan budaya manapun. Karenanya, wajar bangsa Indonesia sebagaimana bangsa-bangsa lain (Cina, India, Arab, Eropa) mewarisi sistem filsafat dalam budayanya. Jadi, Pancasila adalah filsafat yang diwarisi dalam budaya Indonesia.

5. Secara potensial, filsafat Pancasila akan berkembang bersama dinamika budaya; filsafat Pancasila akan berkembang secara konsepsional, kaya konsepsional dan kepustakaan secara kuantitas dan kualitas. Filsafat Pancasila merupakan bagian dari khasanah dan filsafat yang ada dalam kepustakaan dan peradaban modern.

B. Sistem Filsafat Pancasila (Pokok-pokok Ajarannya)
Sistem filsafat Pancasila adalah bagian dari sistem filsafat Timur yang memiliki identitas dan integritas keunggulan universal sebagai sistem filsafat theisme-religious. Sistem filsafat demikian memancarkan keunggulan karena sesuai dengan potensi kodrati martabat kepribadian manusia yang dianugerahi integritas-kerokhanian yang memancarkan akal dan budinurani; yang potensial mengembangkan budaya dan peradaban: sebagai subyek budaya (termasuk subyek hukum dan subyek dalam negara) dan subyek moral.

Penjelasan ringkas:
1. T = Abstraksi makna dan nilai Tuhan Yang Maha Esa, yang kita yakini sebagai Maha Pencipta, Maha Kuasa, Maha Berdaulat, Maha Pengatur dan Maha Pengayom semesta dalam kodrat kekuasaan Maha Pencipta. Kesemestaan berkembang dalam harmoni dan kesejahteraan berkat pengayoman abadi Yang Maha Berdaulat melalui ikatan fungsional-integral-universal (imperatif, mutlak) dalam tatanan hukum:

a. hukum alam yang bersifat obyektif, fisis, kausalitas, mutlak, abadi, dan universal;

b. hukum moral yang bersifat obyektif‑subyektif, psiko‑fisis, sosial‑subyektif, mutlak, teleologis, abadi dan universal ---tercermin dalam budinurani dan kesadaran keagamaan‑‑-.

2. AS = Alam Semesta, makro‑kosmos yang meliputi realitas eksistensial‑fenomenal dan tidak terbatas dalam keberadaan ruang dan waktu sebagai prakondisi dan wahana kehidupan semua makhluk (flora, fauna, manusia dsb); misalnya: cahaya dan panas matahari, udara, air, tanah (untuk pemukiman dan cocok‑tanam), tambang (berbagai zat tambang dalam bumi: mineral, gas, logam, permata), flora dan fauna. Semua potensi dan realitas kesemestaan menentukan keberadaan semua yang ada dan hidup di dalam alam semesta, sebagai prawahana kehidupan (yang dikembangkan manusia menjadi wujud budaya dan peradaban, termasuk ipteks). AS berkembang dan bernilai bagi kehidupan semesta, termasuk sebagai “maha sumber” ipteks yang terpadu dalam hukum alam, integral-fungsional-universal.

3. SM = Subyek Manusia sebagai umat manusia keseluruhan di dalam alam semesta. Subyek manusia dengan potensi, harkat‑martabatnya mengemban amanat Ketuhanan (keberagamaan), kebudayaan dan peradaban berwujud kesadaran hak asasi manusia (HAM) dan kewajiban asasi manusia (KAM). Penghayatan dan pengamalan manusia atas HAM secara normatif berlangsung dalam asas keseimbangan HAM dan KAM dalam antar hubungan sesama, dengan negara, budaya, dengan alam semesta dan kehadapan Tuhan Maha Pencipta. Potensi kepribadian manusia berkembang dalam asas teleologis (motivasi luhur, cita‑karsa) untuk menegakkan cinta‑kasih dan kebajikan. Pribadi manusia berkembang (berketurunan, berkarya, berkebajikan) sebagai pancaran keunggulan dan kemuliaan martabat kepribadian manusia.

4. SB = Sistem Budaya, sebagai prestasi cipta‑karya manusia, wahana komunikasi, perwujudan potensi dan martabat kepribadian manusia, berpuncak sebagai peradaban dan moral!

Sistem budaya warisan sosio‑budaya: lokal, nasional dan universal menjadi bahan/isi pembinaan (kependidikan) manusia masa depan melalui kependididikan dan ipteks.

Sistem budaya merupakan wujud cita dan citra martabat manusia; sekaligus menampilkan kualitas kesejahteraan umat manusia. Sistem budaya memberikan fasilitas dan kemudahan baik dalam komunikasi (mulai: bahasa, sampai transportasi, komunikasi, informasi) maupun ipteks yang supra canggih, pancaran keunggulan dan kemuliaan martabat kepribadian manusia .

5. SK = Sistem Kenegaraan sebagai perwujudan dan prestasi perjuangan dan cita nasional; wujud kemerdekaan dan kedaulatan bangsa; pusat kesetiaan dan kebanggaan nasional warganegara.

Sistem kenegaraan sebagai pusat dan puncak kelembagaan dan kepemimpinan nasional, pusat kesetiaan dan pengabdian warga negara. SK sebagai pengelola kesejahteraan rakyat warga negara; penegak kedaulatan dan keadilan; dan pusat kelembagaan kepemimpinan nasional dalam fungsi pengayom rakyat warga negara. SK berkembang dalam kejayaan berkat integritas manusia waganegara dengan menegakkan kemerdekaan, kedaulatan, keadilan demi kesejahteraan dan perdamaian antar bangsa.

6. P = Pribadi, subyek manusia mandiri yang keberadaan dan perkembangannya di dalam dan untuk antarhubungan kondisional‑fungsional semua komponen horizontal (cermati garis diagonal: antar AS – SM – SB – SK) antar semua eksistensi sebagai nampak dalam antarhubungan P- garis diagonal horizontal, dan vertikal. Pribadi sebagai subyek mandiri berkembang (berketurunan, berkarya, berkebajikan) dengan asas teleologis (vertikal), menuju ideal‑self (cita‑pribadi) dengan motivasi cita‑karsa keseimbangan hak asasi dan kewajiban asasi demi cinta‑kasih, keadilan dan kebajikan; sebagai pancaran nilai dan martabat kerokhanian manusia yang unggul, agung dan mulia. Pribadi manusia berkembang berkat cinta dalam (wujud) keluarga dan berketurunan; berkarya dan berbakti kepada sesama (pengabdian kepada bangsa negara): sosial kultural dan moral. . . yang dijiwai kesadaran theisme-religious.

Sebagai integritas kepribadian manusia P berkembang secara kualitatif dalam makna integritas martabat kepribadiannya dengan khidmat mengabdi dan menuju (asas teleologis) Maha Pencipta, Maha Pengayom demi tanggungjawab moral manusia sebagai penunaian amanat kewajiban asasi manusia.

Pribadi dengan harkat‑martabat kepribadiannya memelihara antarhubungan harmonis dengan semua eksistensi horizontal berdasarkan wawasan vertikal (theisme‑ religious). Artinya, antarhubungan pribadi manusia dengan alam, sesama, budaya dan dengan kenegaraan dijiwai kesadaran tanggung jawab dan kewajiban moral Ketuhanan-keagamaan. Asas demikian mengandung makna bahwa filsafat Pancasila memancarkan identitas dan integritas moral theisme-religious (sila I).

C. Ajaran Filsafat Pancasila ditegakkan dan dibudayakan dalam Sistem Kenegaraan (berdasarkan) Filsafat Pancasila
Ajaran filsafat Pancasila memancarkan keunggulan sistem filsafat dan kultural NKRI; melengkapi keunggulan natural dan (potensial) SDM Indonesia. Integritas keunggulan ini ditegakkan dalam sistem kenegaraan Pancasila secara konstitusional berdasarkan UUD Proklamasi (yang juga memancarkan keunggulan konstitusional); sebagai terpancar dari nilai fundamental: 

1. NKRI sebagai negara kesatuan berbentuk republik;

2. NKRI menegakkan sistem kedaulatan rakyat (demokrasi);

3. NKRI menegakkan sistem negara hukum (Rechtsstaat);

4. NKRI adalah negara bangsa (nation state: sebagai jabaran wawasan nasional dan wawasan nusantara); dan

5. NKRI menegakkan asas kekeluargaan (yang menjiwai dan melandasi: wawasan nasional, dan wawasan nusantara)…. yang ditegakkan dalam N-sistem nasional.

Sistem kenegaraan NKRI demikian mengalami degradasi filosofis-ideologis dan konstitusional mulai era reformasi; karena visi-misi reformasi cenderung mempraktekkan: demokrasi liberal, ekonomi liberal; bermuara kepada praktek negara federal, bahkan anarchisme…yang mengancam integritas NKRI dan wawasan nasional Indonesia.

Keprihatinan demikian terus mengupayakan pelurusan reformasi, supaya bangsa dan NKRI tidak terjerumus ke dalam kebangkrutan dan cengkeraman neo-imperialisme yang terus meningkat dalam era postmodernisme.

D. Sistem Filsafat Pancasila sebagai Sistem Ideologi Nasional
Terjabar dalam sistem kenegaraan Pancasila yang melembaga dalam NKRI berdasarkan Pancasila - UUD 45, dengan berbagai fungsi sistem nasional ---sebagai jabaran dan fungsionalisasi sistem filsafat dan atau sistem ideologi nasional (Pancasila), yang secara konsepsional mendesak untuk dikembangkan dalam rangka ketahanan ideologi dan ketahanan nasional untuk menghadapi tantangan neo-liberalisme, neo-ultraimperialisme yang makin dinamis dalam era globalisasi-liberalisasi, dan postmodernisme. Dinamika demikian digerakkan sebagai rekayasa politik global dari negara adidaya yang berjuang merebut supremasi politik melalui issue: atas nama HAM (individualisme, liberalisme dan liberalisasi), ekonomi liberal (privatisasi, ekonomi pasar) yang pada gilirannya melahirkan supremasi ekonomi (= neo-ultraimperialisme) bangsa-bangsa berkembang (under develop, developing countries) melalui berbagai investasi multi national corporations, dan "fatwa IMF" dalam upaya mengatasi krisis ekonomi negara-negara ketiga (belahan selatan).

Sejarah Tamansiswa

0 komentar

Nama Pendiri :
Ki Hajar Dewantara
Nama Asli:
Raden Mas Soewardi Soeryaningrat
Lahir:
Yogyakarta, 2 Mei 1889
Wafat:
Yogyakarta, 28 April 1959

Pendidikan:
* Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda)
* STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera) tidak tamat
* Europeesche Akte, Belanda
* Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957

Karir:
* Wartawan Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara
* Pendiri Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922
* Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama.

Organisasi:
* Boedi Oetomo 1908
* Pendiri Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) 25 Desember 1912

Penghargaan:
Bapak Pendidikan Nasional, hari kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional
Pahlawan Pergerakan Nasional (surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)

Pendiri Taman Siswa ini adalah Bapak Pendidikan Nasional. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Hari lahirnya, diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan), ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa), ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 dan dimakamkan di sana.

Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat, saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak saat itu, ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya.

Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara.

Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda.

Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut.

Sehubungan dengan rencana perayaan itu, ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga). Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi:

"Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu.

Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun".

Akibat karangannya itu, pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan, berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka.

Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda.

Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman.

Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran, sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte.
Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan.

Setelah pulang dari pengasingan, bersama rekan-rekan seperjuangannya, ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional, Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Perguruan ini sangat menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan.

Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya, sehingga ordonansi itu kemudian dicabut.

Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa, ia juga tetap rajin menulis. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisannya berjumlah ratusan buah. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

Sementara itu, pada zaman Pendudukan Jepang, kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943, Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. Soekarno, Drs. Muhammad Hatta dan K.H. Mas Mansur.

Setelah zaman kemedekaan, Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No.305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.

Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu, ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana.

Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa, didirikan Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta, untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis, pendidik, budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional.

Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama, etnis, suku, budaya, adat, kebiasaan, status ekonomi, status sosial, dan sebagainya, serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi.

Konsep Pendidikan Tamansiswa :

Tamansiswa adalah badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat yang menggunakan pendidikan dalam arti luas untuk mencapai cita-citanya. Bagi Tamansiswa, pendidikan bukanlah tujuan tetapi media untuk mencapai tujuan perjuangan, yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang merdeka lahir dan batinnya. Merdeka lahiriah artinya tidak dijajah secara fisik, ekonomi, politik, dsb; sedangkan merdeka secara batiniah adalah mampu mengendalikan keadaan.

Tamansiswa anti intelektualisme; artinya siapa pun tidak boleh hanya mengagungkan kecerdasan dengan mengabaikan faktor-faktor lainnya. Tamansiswa mengajarkan azas keseimbangan (balancing), yaitu antara intelektualitas di satu sisi dan personalitas di sisi yang lain. Maksudnya agar setiap anak didik itu berkembang kecerdasan dan kepribadiannya secara seimbang.

Tujuan pendidikan Tamansiswa adalah membangun anak didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, merdeka lahir batin, luhur akal budinya, cerdas dan berketerampilan, serta sehat jasmani dan rohaninya untuk menjadi anggota masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab atas kesejahteraan bangsa, tanah air, serta manusia pada umumnya. Meskipun dengan susunan kalimat yang berbeda namun tujuan pendidikan Tamansiswa ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.

Kalau di Barat ada “Teori Domein” yang diciptakan oleh Benjamin S. Bloom yang terdiri dari kognitif, afektif dan psikomotorik maka di Tamansiswa ada “Konsep Tringa” yang terdiri dari ngerti (mengeta-hui), ngrasa (memahami) dan nglakoni (melakukan). Maknanya ialah, tujuan belajar itu pada dasarnya ialah meningkatkan pengetahuan anak didik tentang apa yang dipelajarinya, mengasah rasa untuk meningkat-kan pemahaman tentang apa yang diketahuinya, serta meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan apa yang dipelajarinya.

Pendidikan Tamansiswa dilaksanakan berdasar Sistem Among, yaitu suatu sistem pendidikan yang berjiwa kekeluargaan dan bersendikan kodrat alam dan kemerdekaan. Dalam sistem ini setiap pendidik harus meluangkan waktu sebanyak 24 jam setiap harinya untuk memberikan pelayanan kepada anak didik sebagaimana orang tua yang memberikan pelayanan kepada anaknya.

Sistem Among tersebut berdasarkan cara berlakunya disebut Sistem Tutwuri Handayani. Dalam sistem ini orientasi pendidikan adalah pada anak didik, yang dalam terminologi baru disebut student centered. Di dalam sistem ini pelaksanaan pendidikan lebih didasarkan pada minat dan potensi apa yang perlu dikembangkan pada anak didik, bukan pada minat dan kemampuan apa yang dimiliki oleh pendidik. Apabila minat anak didik ternyata akan ke luar “rel” atau pengembangan potensi anak didik di jalan yang salah maka pendidik berhak untuk meluruskannya.

Untuk mencapai tujuan pendidikannya, Tamansiswa menyelanggarakan kerja sama yang selaras antartiga pusat pendidikan yaitu lingkungan keluarga, lingkungan perguruan, dan lingkungan masyarakat. Pusat pendidikan yang satu dengan yang lain hendaknya saling berkoordinasi dan saling mengisi kekurangan yang ada. Penerapan sistem pendidikan seperti ini yang dinamakan Sistem Trisentra Pendidikan atau Sistem Tripusat Pendidikan.

Pendidikan Tamansiswa berciri khas Pancadarma, yaitu Kodrat Alam (memperhatikan sunatullah), Kebudayaan (menerapkan teori Trikon), Kemerdekaan (memperhatikan potensi dan minat maing-masing indi-vidu dan kelompok), Kebangsaan (berorientasi pada keutuhan bangsa dengan berbagai ragam suku), dan Kemanusiaan (menjunjung harkat dan martabat setiap orang).

Pasang Susuk dan Akibatnya

25 komentar

Cara Pasang Susuk Menurut Agama Islam :
  1. Ilmu ini dibacakan pada benda sebelum benda susuk dimasukkan kedalam kulit,atau sebelum ditelan agar benda mengandung tuah dan tidak terasa ketika disusupkan ke bagian kulit. "Bismillahhirrohmanirrohim besi lemah besi lemahku besi lemah kebadanku badanku ratu besi alam taro kaifafa ala robbbb (tahan nafas) bukkkaaa"
  2. Tambahkan daya untuk penguat/kekebalan "Bismillahhirrohmanirrohim besi tawar lemah kebadan saya besi waja lemah kebadan saya badan saya urat kawat tulang besi teguh kukuh kuat liat badan saya ya qohar kuwahidul ya qohar ya qow yud ta kuwatul fi kuwatiku ya qow yud huuuuk..."
  3. Tambahkan daya untuk pemanis/percantik "Nurbah nursah qulbiyah ya qulbiyah ya qoyyum yg bernama ilmu air bur nyai cahayaku cahaya nur kepadaku sir maya maya cunduk angklong sebuana mas ya aku Intan ya aku berlian ya aku perak ya aku tembaga ya aku bulputih namaku datanglah kasih sayang sekalian manusia kepadaku mustajab diaku bismillahhuarrohmanurrohim"
  4. Tambahkan Daya Pagar Gaib "Bismillaahirrohmaanirrohim allahumma ya jibrail mikail isrofil izrail sololloohu alaihi wasallam ya hayyan ya dayyan ya mannan ya burhan ya malaikat 44 malaikat yang menjagakan diri (ku) empat penjuru alam empat penjuru langit empat penjuru bumi datang selendak ombak berpalu lagi teduh angin bertiup lagi teduh tiada daya sekalian daya tiada daya sekalian digdaya hanya allah sebenarnya lahaula wala quwwata illa billah. 

Cara Membuang - Melebur susuk :

Bacalah "Bismillahhirrohmanirrohim besi lemah besi waja segala besi hancur lebur apa saja dibadan saya suci dan bersih sempurna kupanarima mustajab berkat lahaulawala quwwataillabillahil ‘aliyyilazim" Baca sebelum buang air besar/buang hajat. lalu pada hari yang sama makan beberapa kali pantang yang sudah dijanjikan sebelumnya


Cara melepaskan susuk menurut Islam :

Dari pertanyaan di forum diskusi yang diasuh oleh Habib Munzir Al Musawwa, terdapat pertanyaan seperti ini :
Ya Habiby, teman hamba menyampaikan pertanyaan. Dia pernah pasang susuk dan setelah taubat dan ikut Majelis MR mingguan di Msjd Almunawar. Dan dia cium tangan Habib Munzir, beberapa hari kemudian daerah muka dia pasang susuk seperti tidak ada ganjalan lagi. Yaa Habiby, apakah yang harus dia lakukan? sedang dia gak mau ke tempat pemasangan susuk lagi?
Kemudian Habib Munzir menjawab :
Insya allah ia telah lepas dari susuknya, boleh membaca subhanallahi wabihamdih 100kali di air dan meminumnya, dengan niat membersihkan semua susuk dan sihir yg ada ditubuh, insya allah sirna.

Dampak/Akibat Pasang Susuk Sejak Remaja :

Menurut pasien pemakai susuk yang bernama Indar,dia bercerita ketika usia 15tahun diajak oleh teman neneknya pasang susuk ke mbah dukun ke cibinong. Dimana ada ritualnya disuruh mandi kembang tujuh rupa dan ada batu-batu,setelah selesai dimandikan lalu di pasang susuk emas di dekat ditengah mata dan diatas hidung. Padahal yang dimasukkan itu susuknya yang masuk siluman nenek-nenek tua jelek dan yang bisa bikin apes jodoh dan rezekinya. Setelah selesai pasang susuk tersebut dia diajak ke makam gurunya yang tidak jauh dari tempat sidukun tersebut. Sepanjang hidupnya mengalami lika liku yang amat panjang yang dimana kehidupan perkawinannya sampai 3kali berumah tangga dan rezekinya pun seret tidak sesuai apa dalam kehidupannya. Berpuluh-puluh tahun selalu bertanya-tanya ada apa dengan dirinya setelah dengar saya diradio. Dia merasa tertarik dan merasa yakin bahwa ibu ini bisa kasih jalan buat hidup saya dan memberitahu ada apa dengan dirinya. Setelah bertemu dengan saya begitu saya lihat jelek sekali siluman yang masuk dalam tubuhnya. Saya agak marah dan sebel melihatnya lalu saya kasih tahu yang ada didalam badannya dan mukanya yang saya lihat itu nenek-nenek pasang susuk ya lalu dijawab iya dulu waktu muda. Ya sudah dikeluarkan saja karena banyak sekali nenek-neneknya jadi harap sabar dikeluarkan dengan kesabaran hati akhirnya bisa kembali seperti muda seusianya dan bisa kembali terbuka rejekinya dan jodohnya.



Cara Mengenali Orang yang Memakai Susuk :

Kiat mengetahui hal ghaib seputar penggunaan susuk. metafisika - susuk bagi kecantikan dan kewibawaan saat ini sudah banyak digunakan oleh orang yang percaya akan hal-hal ghaib diluar akal manusia. Susuk seperti yang kita ketahui adalah upaya membuat penampilan seseorang menjadi menarik, enak dipandang meski orang tersebut nampaknya hanya biasa-biasa saja. Lihat juga konsumsi buah ini untuk mencegah parkinson dan alasan mengapa bbm naik di indonesia.

Kegunaan dari susuk ini jelas sangat banyak macamnya, mulai dari susuk yang membuat aura wajah nampak cantik,membuat orang begitu berwibawa meski nampak biasa saja. Semua itu dilakukan hanya untuk bertujuan agar nampak sempurna saja penampilannya

Bagi kita orang yang tidak dapat melihat hal gaib tentu saja akan kesulitan melihat apakah orang memakai susuk atau tidak, namun bagi mereka yang mempunyai kemampuan melihat hal gaib, mereka akan mudah melihat keberadaan susuk yang digunakan oleh seseorang.

Namun bukan berarti kita sebagai orang awam tidak bisa melihatnya, kita masih bisa melihat tanda-tanda apakah orang tersebut mengguanakan susuk atau tidak. Cara memlihat orang memakai susuk atau tidak ini sebenarnya mudah tapi juga cukup sulit bagi yang tidak terbiasa. Namun pada intinya kita hanya harus melihat tanda-tanda yang janggal saja pada tubuh si pemakai susuk.

Berikut ini caranya mendeteksi apakah orang memakai susuk atau atau benda gaib macam jimat penambah aura tubuh lainnya.

1. Lihat dari fotonya
Jika orang normal memakai bedak, pantulan cahaya ketika di foto adalah pantulan yang dikarenakan oleh bedak, namun jika orang terindikasi memakai susuk pantulan cahayanya akan lain, yakni terdapat sinar putih bening menyelimutinya.

2. Terlihat lebih kinclong
Kinclong disini bukan berkilau bak berlian, tapi lihat saja pada setiap penampilannya ia akan senantiasa terlihat menarik, meski hanya dandan apa adanya dan aksesoris seadanya, tetap ia akan menjadi magnet di sekitarnya.

3. Lebih PD daripada yang lain
Nah ini mungkin mudah sekali diperhatikan, biasanya orang yang menggunakan susuk akan selalu tampil meyakinkan dalam setiap tutur ucapan dan tingkah lakunya.

4. Kebiasaan berpantang
Seseorang yang menggunakan susuk, biasanya akan mendapat pantangan dari sang pemasang susuk, bisa saja dari makanan, dan lain sebagainya. Lihat saja, apakah si target yang anda curigai selalu menolak jika anda tawari sesuatu padanya, hmm...bisa jadi lho.

5. Ada getaran dan rasa aneh
dalam hal ini kemampuan batin anda harus peka dalam mendeteksi orang yang menggunakan susuk, setiap orang yang berada di dekat orang yang menggunakan susuk biasaya akan merasakan getaran aneh, apalagi ketika berkomunikasi atau melakukan interaksi dengan si pengguna susuk.

sumber : unknown

 
SITUS APW © 2011 Theme made with the special support of Maiahost for their cheap WordPress hosting services and free support.